Site stats ≡ 10 Makhluk Laut Paling Aneh Dari Dunia Bawah Samudra! ➤ Brain Berries

10 Makhluk Laut Paling Aneh Dari Dunia Bawah Samudra!

Advertisements

Samudra dan lautan di dunia ini menyimpan kehidupan yang tidak hanya unik, tetapi juga kerap terlihat seperti berasal dari planet lain. Dalam lingkungan yang ekstrem, berbagai makhluk aneh tumbuh, berkembang, dan mempertahankan hidup dengan cara yang mengejutkan. Ada yang mampu memanjat air terjun, ada yang memakan tulang, bahkan ada yang bisa membuat kepala mereka terlihat transparan.

Kali ini kita akan membahas 10 makhluk laut paling aneh dari dunia bawah samudra, mulai dari hewan hingga virus juga, lho! Ada makhluk apa saja? Kalau sudah penasaran, langsung saja scroll ke bawah, ya.

1. Gurita Kaca yang Menakjubkan

Salah satu penghuni laut dalam yang paling menakjubkan adalah gurita kaca. Tubuhnya hampir sepenuhnya transparan, sehingga kita dapat melihat bagian dalam tubuhnya seperti mata, saraf optik, hingga sistem pencernaannya. Keunikan ini membuat gurita kaca terlihat seperti makhluk fantasi yang melayang di tengah lautan gelap.

Spesies gurita kaca jarang sekali dapat dilihat secara langsung. Pasalnya, gurita kaca hidup di kedalaman sekitar 900 meter dan hanya tumbuh hingga sekitar 0,5 meter. Oleh karena itu, banyak informasi tentang mereka berasal dari sisa-sisa tubuh yang ditemukan di perut predator laut dalam. Namun, dalam ekspedisi tahun 2017, peneliti menemukan dua individu gurita kaca, yang menjadi salah satu pencapaian penting dalam studi kehidupan laut dalam.

2. Lumba-Lumba Terkecil

Lumba-lumba Hector merupakan jenis lumba-lumba terkecil di dunia. Panjang tubuhnya hanya sekitar 1,4 meter, tetapi ukurannya yang kecil tidak menghalangi mereka melakukan lompatan dan putaran akrobatik di perairan Selandia Baru.

Subspesiesnya ada yang hidup di Pulau Utara dan dikenal sebagai lumba-lumba Maui, yang saat ini berstatus kritis. Sementara itu, populasi yang berada di Pulau Selatan relatif lebih stabil. Peneliti pada tahun 2025 berhasil mengamati kemampuan berenang lumba-lumba mini ini yang mencengangkan.

3. Naga Biru yang Sulit Ditangkap Mata

Blue dragon atau naga biru merupakan salah satu makhluk laut paling mempesona. Siput laut ini mengapung terbalik di permukaan laut sambil mengikuti arus, dengan tubuh yang memantulkan cahaya biru dan perak sehingga nyaris tidak terlihat dari atas maupun bawah.

Namun, keindahannya menyimpan bahaya. Naga biru memakan Portuguese man o’war dan menyimpan sel-sel penyengatnya sebagai pertahanan diri. Ketika disentuh, racun yang dibawanya dapat menyebabkan sengatan menyakitkan hingga reaksi serius. Pada tahun 2024, beberapa individu terdampar di pantai Texas, sehingga peneliti mengimbau masyarakat agar tidak menyentuhnya.

4. Cacing Purba Pemakan Tulang

Osedax, atau cacing pemakan tulang, merupakan salah satu makhluk paling unik di lautan dalam. Mereka tidak memiliki mulut maupun sistem pencernaan, tetapi mampu mengonsumsi tulang makhluk besar yang telah mati dengan bantuan bakteri simbiotik untuk menyerap nutrisi.

Cacing pemakan tulang telah ada selama lebih dari 100 juta tahun. Fosil menunjukkan bahwa nenek moyang mereka memakan tulang reptil laut purba seperti Plesiosaurus dan Ichthyosaurus. Di era modern, mereka biasanya mengurai sisa-sisa paus dan hewan besar lainnya di dasar laut dengan membentuk koloni besar.

5. Ikan Lele Pendaki Air Terjun

Pada tahun 2024, otoritas di Rochedo, Brasil, terkejut melihat ribuan ikan lele Bumblebee berhasil memanjat dinding air terjun di Sungai Aquidauana. Biasanya, ikan kecil berpola oranye-hitam ini hidup di dasar sungai berarus deras, tetapi pada malam hari mereka melakukan pendakian vertikal.

Penelitian mengungkap bahwa kemampuan adaptasi ikan lele ini tergolong unik, yakni posisi sirip dan sistem tekanan yang berfungsi seperti alat hisap sehingga membantu mereka menempel pada permukaan licin. Para ilmuwan menduga pendakian ini dilakukan untuk mencapai lokasi kawin di bagian hulu.

6. Ikan Barreleye Berkepala Transparan

Ikan barreleye mungkin merupakan salah satu ikan paling aneh yang pernah ditemukan. Ia memiliki kepala transparan berisi cairan yang melindungi sepasang mata hijau berbentuk tabung yang dapat berputar. Umumnya, mata ini mengarah ke atas untuk mendeteksi mangsa melalui bayangan di perairan gelap.

Ikan barreleye jarang terlihat karena hidup di laut dalam Samudra Pasifik bagian utara. Ia bergerak perlahan dalam kondisi hampir tanpa cahaya. Para peneliti percaya bahwa ikan ini sering mencuri makanan dari makhluk gelatin seperti siphonophore.

7. Amfipod Super Raksasa

Amfipod merupakan kerabat udang, tetapi ukurannya sangat tidak biasa. Amfipod raksasa dapat mencapai panjang hingga 34 sentimeter dan pertama kali ditemukan pada tahun 1970-an di Samudra Pasifik Utara.

Studi tahun 2025 mengungkap bahwa amfipod raksasa mendiami hingga 59% lautan dunia dan tersebar di enam cekungan samudra utama. Penemuan ini menjadikannya contoh keberhasilan adaptasi evolusi di lingkungan laut ekstrem.

8. Virus Laut Raksasa

Di bawah lautan, tidak hanya hewan aneh yang ditemukan, tetapi juga virus. Pada tahun 2024, ditemukan virus laut raksasa bernama PelV-1. Virus ini memiliki “ekor” sepanjang 2,3 mikrometer, sekitar 19 kali panjang partikel virus korona.

Ekor PelV-1 diduga membantu virus menembus sel inang, biasanya plankton. Setelah masuk, ekornya terlepas dan virus membentuk “pabrik” untuk mereplikasi diri. Penemuan ini menunjukkan bahwa pada skala mikroskopis, samudra penuh dengan fenomena unik.

9. Koloni Portuguese Man o’War

Portuguese man o’war sering disalahartikan sebagai ubur-ubur, padahal merupakan koloni organisme kecil bernama zooid. Setiap koloni terdiri dari bagian mengapung, pemburu mangsa, pencernaan, dan reproduksi, masing-masing dengan fungsi berbeda.

Dengan warna biru, ungu, atau merah muda, makhluk ini melayang di permukaan laut dengan tentakel yang dapat mencapai panjang hingga 10 meter. Tentakel tersebut dipenuhi sel penyengat yang dapat melumpuhkan ikan kecil dan menyebabkan rasa sakit hebat pada manusia.

10. Hiu Leopard Kawin

Pada tahun 2024, untuk pertama kalinya proses kawin hiu leopard berhasil direkam kamera. Peneliti Hugo Lassauce mengamati dua pejantan yang kawin dengan seekor betina di dasar laut dekat Kaledonia Baru.

Proses kawin hiu leopard jauh dari kata romantis. Kedua pejantan menggigit sirip dada betina untuk menahannya, sementara betina berusaha melepaskan diri. Setelah proses selesai, pejantan tampak kelelahan dan betina berenang pergi. Karena spesies ini terancam punah, pemahaman pola kawinnya sangat penting bagi upaya konservasi.